Salah satu adegan dalam pertunjukan
Lakon "Pada Suatu Hari" Karya : Arifin C Noer, Sutradara : Widodo,
Teater SS Universitas Negeri Semarang (Unnes) Minggu(10/5) malam di Gedung B6
Universitas Negeri Semarang yang ramai dihadiri penoton dari berbagai penjuru
mahsisswa, Pegiat Teater Kampus dan Seniman-seniman Semarang.
SEMARANG, RAJA - Konflik yang berkepanjangan terjadi
ditengah keluarga yang terdapat sepasang kakek dan nenek. Mereka saling
mencintai semenjak muda. Di dalam perjalanan kisah cintanya begitu banyak batu
krikil sebagai ujian hidup yang mereka hadapi bersama.
Terdapat perbedaan mencolok di masa muda kakek dan
nenek tersebut, apapun konsekuensinya mereka mesti menjalani secara
bersama-sama dalam susah maupun senang. Karena kekuatan cinta itulah sepasang
muda-mudi langgeng hingga tercipta satu keluarga rukun hingga dikaruniani anak
perempuan bernama Novi.
Namun ditengah-tengah keluarga yang harmonis masih
saja ada orang ketiga yang membuat kesalah pahaman sehingga keluarga menjadi
rumyam. Si janda cantik yang berkunjung kerumah kakek-nenek dan sang kakek pun
tergoda oleh kecantikan si janda tersebut sehingga lama-lama timbul kecurigaan
nenk terhadap kakek, yang setiap kali melirik dan sedikit mengoda si janda
tersebut. Lama-kelamaan si nenek sendiri menjadi sewot terhadap tingkah sang
kakek lalu terbesit di pikiran nenek untuk menuntut cerai. Penyebabnya,
kehadiran orang ketiga yaitu si janda.
Ditengah carut-marut antara kakek-nenek tersebut
datanglah anak perempuan yang bernama Novi dengan Anak laki-lakinya. Singkat
cerita Novi pun datang dengan membawa kabar buruk kalau dia juga bakal menuntut
cerai karena permasalahan yang dihadapinya hampir sama dengan kedua orang
tuanya tersebut.
Itulah cuplikan kisah yang disajikan oleh
Mahasiswa-Mahasiswi yang tergabung dalam Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater
SS Universitas Negeri Semarang (Unnes) dengan agenda "Pentas Lintas Kota
2015" dengan naskah Lakon "Pada Suatu Hari" karya Arifin C. Noer
pada hari Minggu (10/5) malam bertempat di Gedung B6 Universitas Negeri
Semarang, yamg disutradarai oleh Widodo. Dengan gaya pementasannya yang diolah
ada unsur komedinya dan mengambil setting masa sekarang serta setting panggung
berupa interior ruang tamu lengkap dengan meja, kursi, dinding dan
hiasan-hiasan rumah pada umumnya.
Semarang menjadi kota pertama dalam agenda ini,
Pementasan yang berdurasi kurang lebih 2 jam tersebut yang dihadiri oleh
penonton yang rata-rata pegiat teater kampus Semarang, Kalangam Mahasiswa/umum.
Tidak ketinggalan seniman Semarang juga ikut mengapresiasi karya dari Teater SS
Unnes.
Setelah di Semarang masih ada 3 kota yang dituju untuk
mementaskan lakon ini, seperti pada tanggal 29 Mei 2015 di Universitas
Muhammadiyah Magelang (UMM), 31 Mei 2015 di Universitas Negeri Yogyakarta , 2
Juni 2015 di STAIN Salatiga.
sumber berita (http://www.rakyatjateng.com/perceraian-di-usia-senja)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar