Rabu, 07 Juli 2021

Tentang Sebuah Ingatan

Masih teingat jelas dalam ingatanku, kapan engkau terakhir kali bernapas. Selayaknya keluarga sederhana lainnya. Petang adalah waktu dimana kita duduk bersama menikmati tontonan tipi di ruang keluarga. Waktu itu bapak meminta ibuk untuk memasakan sup. Seingatku di lemari makan sudah ada menu masakan, tapi entah kenapa bapak meminta sup.
Setelah ibuk mesak sup sesuai permintaan bapak. Lalu ibuk membawakan sepiring sup permintaan bapak. Waktu itu aku duduk di samping bapak yang sedang tiduran diatas tikar depan tipi dan kepala bapak ada di pangkuan ibu. Sambil menonton tipi, ibu menyuapi bapak dengan sup yang beliau masak. 
Tak pernah terbesit dalam fikiranku sebelumnya kalau itu adalah suapan terakhir dari ibu untuk bapak sebelum beliau meninggal. Tiga suapan terakhir. 
"Le, celuken mbahde karo mbahdi le!"
Hening
Lalu ku pergi ke belakang rumah. Dan ku tau bahwa bapak telah tiada. Langkahku begitu cepat. Hidup adalah milik Dia yang Maha Kuasa. 
Bapak, bolehkah aku cemburu padamu? Diakhir hayatmu kau masih saja berbalut kasih sayang ibuk. 
Bapak, bolehkah aku rindu padamu?
Bapak, bolehkah aku mengingatmu?
Bapak, bolehkah aku?
Ah sudah lah, 
Hidup adalah menunggu hal yang tentu
Hidup adalah menjalani hal yang pasti

Patemon, 2 Juli 2021

Sabtu, 17 April 2021

Menutupi tangis

Mereka berlarian kesana kemari agar tangisnya tertutup keringat. Malam berganti, masih saja seperti itu.

Rabu, 07 April 2021

Perihal sedih

Apa yang kamu lakukan ketika sedang merasakan sedih?
Setiap orang pasti memiliki caranya sendiri untuk menghibur kesedihan. Mungkin berlaku juga saat ia sedang marah, senang, cemburu atau amaramah apapun. 
Kemarin aku sangat senang bisa bertemu dengan "adek wedokku" yang kurasa sudah lima tahun aku tak bertemu dengannya. Kurasa ia juga merasakan hal yang sama meskipun ia habis melewati masa hidup yang "gayeng". Pemaknaan "gayeng" dalam masyarakat jawa memiliki arti seru, menggembirakan, menyenangkan, menegangkan, menggairahkan bahkan kadang menjadi bentuk pemaknaan kesedihan di level tertingginya. Hidup itu "gayeng" pada setiap jalannya. Tinggal bagaimana dan dari mana kamu mengambil sudut pandangnya. 
Ya bagaimanapun kau aku anggap sebagai adikku kawan. Terima atau tidak aku tetap akan menganggapmu sebagai adikku. Selayaknya anak terakhir, aku tak pernah merasakan memiliki adik. Terimakasih untuk teater ss karena telah mempertemukanku dan memberikanku adik meski kita terlahir dari rahim dan ayah yang berbeda. Untukmu yang sedang bersedih, nikmatilah, "mumpung" kamu masih bisa merasakan sedih, nikmatilah. Seperti kataku kemarin, aku selalu iri pada orang orang yang masih bisa merasakan kesedihan, tak seperti diriku waktu itu. 
Semoga apa yang baik selalu menyertaimu, menyertaiku dan setiap tempat yang kita singgahi. 

Jumat, 26 Februari 2021

RINDU RUMAH

Hal apa yang membuatmu rindu rumah? Suasananya kah? Masakan? Keluarga? Rutinutas? Omelan orang tua? Teman kecil? Suara tawa ponakan? Tanaman depan rumah? Aroma busuk ternak tetangga? Atau cerita lama? 
Sialan. Rumah tak pernah terbawa, tapi kehadirannya buat bahagia, nikmat tuhan tak hanya itu saja. Rindu adalah karuniaNya. Kurasa aku rindu nasgor tanpa kecap buatanmu buk. Mie rebus yang sudah terlalu mengembang. Pijatanmu yang selalu sukses buatku terlelap. Nasihat jangan lupa makan masih ku ingat.
Ya begitulah hidup, sambatnya tiada akhir
Semarang, 26 Februari 2021

Selasa, 02 Februari 2021

Tempat X Rasa X Cerita

Setiap tempat memiliki cerita, setiap cerita memiliki rasa. Maka tak heran bila setiap tempat memiliki rasanya masing masing.
Penyetan mbah bejo namanya. Kamu bisa menemukan tempat makan ini di sekitar kampus UNNES Semarang. Tempatnya di daerah patemon, kalau dari kampus UNNES, ambil arah Ungaran rute patemon. Letaknya setelah masjid ijo patemon, sebelum indomart patemon. Kanan jalan kalau dati kampus UNNES.
Dulu sewaktu maba, tempat ini memberi kesan tersendiri menurutku. Waktu itu aku masih tinggal di rusunawa putra. Diajaklah aku makan sama teman teman rusun. Tentunya pas jam makan malam. Waktu pertama kesini, aku kaget. Harga penyet tempe mengalahkan harga rames. Kok bisa ya?
Ternyata memang seperti itu. Harga penyetan berbeda dengan warung ramesan kampung. Dan pada umumnya warung2 yang buku hanya saat malam, harganya akan sedikit agak mahal.
Beberapa hari lalu, aku dan teman kontrakanku memutuskan makan di tempat ini (kembali). Setelah turun dari kendaraan, aku langsung teringat cerita cerita lampau. Saat pertama kesini. Saat aku bersama pacarku (sekarang sudah menjadi milik org lain). Saat bersama teman teman kampus, ukm, kos. Memori yang paling membuatku sedikit sedih adalah saat aku kesini bersama teman kosku yang kini telah tiada. 
Dulu sewaktu kami masih bersama, penyetan mbah bejo adalah tempat yang sering kami kunjungi ketika bingung mau makan kemana. Tenang tenang disana kawan. Ini adalah tahun ketiga setelah kau tiada. Pespa yang dulu kita bawa bersama dari semarang ke solo masih aku simpan kok. 
Untuk yang membaca tulisan ini. Apakah kau punya kenangan tersendiri dengan tempat ini?