Dulu waktu aku masih semester 1 aku ikut UKM teater di kampus, nama UKM tersebut adalah UKM Teater "SS". Sebelum menjadi anggo dari UMK tersebut, setiap anggota harus mengikuti serangkaian kegiatan rutin yang telah terjadwal. Kegiatan awalnya adalah latihan perdana, atau sering disebut "laper". Entah kenapa para senior sampai berpikir singkatan seperti itu. bisa dibilang itu sebuah lelucon, tapi bisa juga itu lah yang dirasakan setelah latian perdana. Laper dengan kegiatan kegiatan seru yang telah menanti selanjutnya. Laper dengan ilmu-ilmu yang semakin indah untuk di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ada yang juga yang namanya latihan alam. latihan alam itu adalah latihan teater yang dikemas mirip kemah kalau anak pramuka. Tetapi disana lebih mengutamakan tentang latihan dengan alam yang menyembunyikan fakta fakta yang tidak kita sadari.
Pada latihan alam itu, aku beserta sahabat-sahabatku yang lain mendapat tugas untuk membuat naskah teater satu babak. Dalam pemikiranku (padahal gak punya pikiran) aku harus membuat naskah seperti apa? dan harus bagaimana? seperti biasa, munculah kekuatan "The Power of Kepepet". Menurutku itu merupakan kekuatan paling ngeri yang pernah aku miliki (kayak pahlawan super aja punya kekuatan super). Pemberangkatan latihan alam sore hari dan naskahnya baru dibuat pagi hari. "Modar ora koe dok?" dalam pemikiranku dan tentunya dengan bahasa lokal daerah ku. Akhirnya terciptalah naskah yang aku buat dengan kekuatan "The Power of Kepepet" itu. Tak perlu berpanjang lebar. inilah naskah yang pertama kali aku buat:
ADEGAN 1
Tempat : kamar
kos
Tokoh : joni (anak muda 1), JOKO (anak muda 2)
JONI
(tertidur pulas sambil mengigau) negri
ini adalah negri yang aman, nyaman, serta sentosa
JOKO
(mendengarkan sambil membaca buku) ea,
memang di negri ini aman, nyaman serta sentosa
untuk kalangan tertentu.
Nyaman untuk
para tikus kantor mencari rejeki
Aman untuk para
penjahat bermaindi dunia luar,
Sertaaaa.......
Serta sentosa
bagi para penghuni gedung gedung pemerintahan yang sungguh ruwet ini (menunjukkan gambar gedung DPR sambil melihat
ANAK MUDA1)
(kaget) kurang ajar.... ternyata tadi
anak ini cuman mengigau.....
(mendatangi JONI) woi bangun woiii....
bangun....
JONI
(terbangun dari tidur) ada apa sih? Lagi
enak enak tidur kok malah di bangunin....
(marah) ganggu tidur nyenyak ku aja
JOKO
Emangnya kamu
tadi mimpiin apa sih? Kok tadi kamu mengigau? (bingung)
JONI
Pokoknya enak
banget deh... (tersenyum)
Kehidupan para
penghuni kantor DPR tuh sangat makmur sekali. Bayangkan saja, mereka yang kita
pilih dan yang kita bayar untuk duduk di kursi DPR tidak pernah mikirin kita...
JOKO
Lhoh kok gitu
sih? (bingung)
JONI
Saat waktu
rapat, yang ada di atas meja hanyalah makanan serta minuman, padahal yang
ditunggu bukanlah itu, yang di tunggu adalah hasil dari apa yang mereka janjikan
kepada rakyat.... sedangkan kursi yang mereka perebutkan itu tak pernah mereka
duduki walaupun mereka memenangkan perebutan kursi itu..... saat kursi itu
mereka duduki, si pengisi kursi itu otaknya kosong, ada yang asyik sms an,
asyik ngobrol dengan anggota yang lain... dan ada yang masih lebih parah lagi,
ada yang nonton film biru ..... (berdiri
dari tempat tidur)
Hahahaha, kapan
aku bisa seperti itu?
JOKO
Masak seperti
itu sich penghuni gedung DPR? Penghuni gedung DPR?
Ow iyha, q baru
inget, Nanti siang kan kita ada tugas dari sekolahan untuk studytour ke gedung DPR,
ADEGAN 2
Tempat : lobi gedung
DPR
Tokoh : Bp waluyo (Anggota DPR 1), ibu wiwit (Anggota
DPR 2), dadang (satpam), slamet (OB)
SATPAM
(Melihat jam) Met, kok jam segini para
anggota DPR belum pada datang ya?
OB
(Bersih bersih) halaaah.... biasanya juga
seperti ini kok, jam buatan indonesia kan dari karet, pasti molor walaupun
tidak dicelupin di minyak
(ketawa) hahahahaha.....
Satpam
Hahahahaha bisa
aj kamu met (mendatangi si OB)
Memangnya,
Makanan dan minuman yang kamu buat, pasti mereka makan met?
OB
Ya tidak mungkin
lah (menggelengkan kepala)
Makanan yang
mereka sukai kan uang kotor, dan minumannya adalah kekuasaan...
(anggota DPR datang)
Satpam dan OB
(menundukkan kepala) Selamat siang pak,
selamat siang bu.....
Satpam
Kok jam segini
baru datang pak?
Anggota DPR 1
Ea nih,
biasalah, di jakarta kan masih senang dengan kemacetan akan transportasi
Satpam
Tap kok
berangkatnya bisa sama-sama telat sih pak bu?
Anggota DPR 2
Tadi ketemu di
jalan kok dang....
OB
Ya udah kalau
begitu pak, bu..., saya dan si dadang mau melajutin pekerjan kita masing-masing
(Satpam dan OB keluar dari panggung)
Anggota DPR 1
Gimana
proyeknya? Lancar tidak? (mendekati
anggota DPR 2)
Anggota DPR 2
Proyek yang mana
dulu nih?
Anggota DPR 1
Apa aja lah,
yang ada di jakarta dong tentunya
Angota DPR 2
Kalau proyek di
jakarta sih semua lancar, tapi kalu di daerah lain kurang memuaskan
Anggota DPR 1
(bingung) tidak memuaskan gimana?
Anggota DPR 2
Kalo proyek di
daerah tuh banyak pejabat yang harus dikasih makan, harus ngeluarin terlalu
banyak modal, uang tenaga serta pikiran
Anggota dpr 1
Ea juga sih, ow
iya.... nanti kan ada pelajar yang mau studytour di tempat kita, semua
berkas-berkas tidak berguna sudah kamu masukkan ke tempat sampah kan?
Anggota dpr 2
Ya jelas lah....
semua beress
ADEGAN 3
Tempat : Depan
Gerbang Gedung DPR
Tokoh : Pedagang Asongan, JONI, JOKO
Joni
Q jadi keinget
mimpiku tadi pagi deh jok
Joko
Emang kenapa
jon?
Joni
Masak aku belum
pernah ke gedung DPR, tapi aku sudah tau keadaan di dalam gedung DPR itu ya?
Gara-gara mimpiku tadi pagi, aku malah jadi semakin penasaran
(datang pedagang asongan)
Pedagang Asongan
Yang haus yang
haus, yang laper yang laper.....
(mendekati joni dan joko) Beli satu dua
ribu, beli tiga lima ribu.... mau pilih yang mana mas?
Joko
Arem-arem sama
tahunya mas....
Pedagang asongan
(duduk) mau beli berapa mas?
Joko
Dua aja ....
Pedagang asongan
Tidak sekalian
mas? Beli tiga Cuma lima ribu saja
Joko
Yaudah lah mas,
sekalian aja
Pedagang asongan
Nih mas
(berdiri) siang siang begini mau kemana
mas
Joni
Mau ke gudung
DPR tuh mas
Pedagang asongan
Ow mau kesana,
emang ada keperluan apa mas? Mau magang jadi tikus yah (tersenyum)
Joni
Ya tidak tho
mas-mas, kami ini kan kaum terpelajar,...
Pedagang asongan
Terpelajar?
Terpelajar untuk membohongi, menipu para kaum di kasta bawah seperti saya ini?
Bukan kah yang duduk di gedung DPR tuh seperti itu?
Joko
Bukannya begitu
mas, kami memang terpelajar, tapi kami belajar untuk menjadi generasi yang
manaungi rakyat...
Pedagang asongan
Dulu orang yang
menduduki kursi di DPR tuh juga belang seperti itu, kalo saya kepilih, saya
akan ini itu, ini itu.... mana buktinya nihil kan?
Yaudah lah mas
dari pada membahas tikus-tikus yang ada di sana, mending saya melanjutkan
mencari rejeki
Yang haus yang
haus, yang laper yang laper.....
(menjauhi joni dan joko) Beli satu dua
ribu, beli tiga lima ribu....
(pedagang asongan meninggalkan panggung)
ADEGAN 4
Tempat : gedung
DPR
Tokoh : joni, joko, satpam, anggota DPR 1, anggota
DPR 2
Joni
Selamat siang
pak satpam
Satpam
Ada yang bisa
saya bantu?
Joni
Saya joni pak,
saya yang kemaren telpon bapak minta ijin untuk studytour ke gedung DPR,
sedangkan ini rekan saya joko
Satpam
Ow iyha, saya
inget, mohon tunggu sebentar yha mas, saya akan telfon ibu wiwit dulu yha
Joni
Siap bapak
satpam
(menelfon) siang ibu wiwit, ini ada orang
yang kemaren saya kasih tau ke ibu,
(suara ibu wiwit) ow iya pak, yang mau
studytour ke tempat kita itu kan?
Benar ibuk
Sebentar lagi
saya akan kesana
(ibu wiwit datang)
Ibu wiwit
Ini mas-mas yang
mau studytour kan?
Joni
Ea buk, benar
sekali
Ibu wiwit
Mar mas kita
keliling gedung DPR
(joni, joko, ibu wiwit jalan jalan
menelilingi gedung dan akhirnya waktu berkeliling selesai, joni dan joko diberi
kesempatan untuk berjalan-jalan sendiri)
Joni
Bagaimana jok?
Pendapatmu setelah bertemu anggota DPR?
Joko
Yha gimana
yha... kok tidak seperti yang kamu ceritain di mimpi?
Joni
Memang benar sih,
mimpiku tak seperti yang kenyataan nya
(joni dan joko mendekati tempat sampah, di
sekitar tempat sampah tersebut ada kertas-kertas yang berceceran, mereka berdua
tertarik dengan kertas-kertas tersebut)
Joko
Jon, ini kertas
apaan yha?
Joni
Lhohhhh.....
(kaget)
Bukan kah
ini......?
Joko
apa jon?
Joni
Inikan
Joko
(penasaran) Apa
jon.....?
(suara lagu
tikus-tikus kantor karya iwan fals sampai adegan selesai)
Joni
Ini kan
kasus-kasus korupsi yang ada di negri kita? Nieh ada berkas kasus hambalang,...
Joko
Masak iya sih
jon?
Joni
Beneran jon,
semua kasus kasus korupsi yang ada di negri ini, mereka buang ke tempat sampah
agar rakyat tidak mengetahui kasus-kasus ini, sungguh mengecewakan.
(tesenyum) benar kan apa yang aku
mimpikan tadi....
Ini memang negri
yang aman, nyaman, serta sentosa
Joko
Memang benar
jon, tikus tikus KOTOR di sini memang memiliki mulut yang manis, tetapi hati
mereka pahit melebihi pahitnya jamu asli buatan negri kita
TAMAT
Terinspirasi dari lagu “Tikus-Tikus
Kantor” karya Iwan Fals
Penulis Naskah : Rahmat
Nur Widodo
Tokoh – tokoh:
1.
Anak
muda 1 (Joni)
2.
Anak
muda 2 (Jono)
3.
Anggota
DPR 1 (bp waluyo)
4.
Anggota
DPR 2 (ibu wiwit)
5.
Satpam
(dadang)
6.
OB
(slamet)
7. Pedagang asongan
7. Pedagang asongan
Tidak ada komentar :
Posting Komentar