Sabtu, 14 Desember 2013

TIKUS KOTOR

Dulu waktu aku masih semester 1 aku ikut UKM teater di kampus, nama UKM tersebut adalah UKM Teater "SS". Sebelum menjadi anggo dari UMK tersebut, setiap anggota harus mengikuti serangkaian kegiatan rutin yang telah terjadwal. Kegiatan awalnya adalah latihan perdana, atau sering disebut "laper". Entah kenapa para senior sampai berpikir singkatan seperti itu. bisa dibilang itu sebuah lelucon, tapi bisa juga itu lah yang dirasakan setelah latian perdana. Laper dengan kegiatan kegiatan seru yang telah menanti selanjutnya. Laper dengan ilmu-ilmu yang semakin indah untuk di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ada yang juga yang namanya latihan alam. latihan alam itu adalah latihan teater yang dikemas mirip kemah kalau anak pramuka. Tetapi disana lebih mengutamakan tentang latihan dengan alam yang menyembunyikan fakta fakta yang tidak kita sadari.
Pada latihan alam itu, aku beserta sahabat-sahabatku yang lain mendapat tugas untuk membuat naskah teater satu babak. Dalam pemikiranku (padahal gak punya pikiran) aku harus membuat naskah seperti apa? dan harus bagaimana? seperti biasa, munculah kekuatan "The Power of Kepepet". Menurutku itu merupakan kekuatan paling ngeri yang pernah aku miliki (kayak pahlawan super aja punya kekuatan super). Pemberangkatan latihan alam sore hari dan naskahnya baru dibuat pagi hari. "Modar ora koe dok?" dalam pemikiranku dan tentunya dengan bahasa lokal daerah ku. Akhirnya terciptalah naskah yang aku buat dengan kekuatan "The Power of Kepepet" itu. Tak perlu berpanjang lebar. inilah naskah yang pertama kali aku buat:

 TIKUS KOTOR
ADEGAN 1
Tempat : kamar kos
Tokoh   : joni (anak muda 1), JOKO (anak muda 2)

JONI
(tertidur pulas sambil mengigau) negri ini adalah negri yang aman, nyaman, serta sentosa

JOKO
(mendengarkan sambil membaca buku) ea, memang di negri ini aman, nyaman serta sentosa  untuk kalangan tertentu.
Nyaman untuk para tikus kantor mencari rejeki
Aman untuk para penjahat bermaindi dunia luar,
Sertaaaa.......
Serta sentosa bagi para penghuni gedung gedung pemerintahan yang sungguh ruwet ini (menunjukkan gambar gedung DPR sambil melihat ANAK MUDA1)
(kaget) kurang ajar.... ternyata tadi anak ini cuman mengigau.....
(mendatangi JONI) woi bangun woiii.... bangun....

JONI
(terbangun dari tidur) ada apa sih? Lagi enak enak tidur kok malah di bangunin....
(marah) ganggu tidur nyenyak ku aja

JOKO
Emangnya kamu tadi mimpiin apa sih? Kok tadi kamu mengigau? (bingung)

JONI
Pokoknya enak banget deh... (tersenyum)
Kehidupan para penghuni kantor DPR tuh sangat makmur sekali. Bayangkan saja, mereka yang kita pilih dan yang kita bayar untuk duduk di kursi DPR tidak pernah mikirin kita...

JOKO
Lhoh kok gitu sih? (bingung)

JONI
Saat waktu rapat, yang ada di atas meja hanyalah makanan serta minuman, padahal yang ditunggu bukanlah itu, yang di tunggu adalah hasil dari apa yang mereka janjikan kepada rakyat.... sedangkan kursi yang mereka perebutkan itu tak pernah mereka duduki walaupun mereka memenangkan perebutan kursi itu..... saat kursi itu mereka duduki, si pengisi kursi itu otaknya kosong, ada yang asyik sms an, asyik ngobrol dengan anggota yang lain... dan ada yang masih lebih parah lagi, ada yang nonton film biru ..... (berdiri dari tempat tidur)
Hahahaha, kapan aku bisa seperti itu?

JOKO
Masak seperti itu sich penghuni gedung DPR? Penghuni gedung DPR?
Ow iyha, q baru inget, Nanti siang kan kita ada tugas dari sekolahan untuk studytour  ke gedung DPR,

ADEGAN 2
Tempat : lobi gedung DPR
Tokoh   : Bp waluyo (Anggota DPR 1), ibu wiwit (Anggota DPR 2), dadang (satpam), slamet (OB)

 SATPAM
(Melihat jam) Met, kok jam segini para anggota DPR belum pada datang ya?

OB
(Bersih bersih) halaaah.... biasanya juga seperti ini kok, jam buatan indonesia kan dari karet, pasti molor walaupun tidak dicelupin di minyak
(ketawa) hahahahaha.....

Satpam
Hahahahaha bisa aj kamu met (mendatangi si OB)
Memangnya, Makanan dan minuman yang kamu buat, pasti mereka makan met?

OB
Ya tidak mungkin lah (menggelengkan kepala)
Makanan yang mereka sukai kan uang kotor, dan minumannya adalah kekuasaan...

(anggota DPR datang)

Satpam dan OB
(menundukkan kepala) Selamat siang pak, selamat siang bu.....

Satpam
Kok jam segini baru datang pak?

Anggota DPR 1
Ea nih, biasalah, di jakarta kan masih senang dengan kemacetan akan transportasi

Satpam
Tap kok berangkatnya bisa sama-sama telat sih pak bu?

Anggota DPR 2
Tadi ketemu di jalan kok dang....

OB
Ya udah kalau begitu pak, bu..., saya dan si dadang mau melajutin pekerjan kita masing-masing
(Satpam dan OB keluar dari panggung)

Anggota DPR 1
Gimana proyeknya? Lancar tidak? (mendekati anggota DPR 2)

Anggota DPR 2
Proyek yang mana dulu nih?

Anggota DPR 1
Apa aja lah, yang ada di jakarta dong tentunya

Angota DPR 2
Kalau proyek di jakarta sih semua lancar, tapi kalu di daerah lain kurang memuaskan

Anggota DPR 1
(bingung) tidak memuaskan gimana?

Anggota DPR 2
Kalo proyek di daerah tuh banyak pejabat yang harus dikasih makan, harus ngeluarin terlalu banyak modal, uang tenaga serta pikiran

Anggota dpr 1
Ea juga sih, ow iya.... nanti kan ada pelajar yang mau studytour di tempat kita, semua berkas-berkas tidak berguna sudah kamu masukkan ke tempat sampah kan?

Anggota dpr 2
Ya jelas lah.... semua beress

ADEGAN 3
Tempat : Depan Gerbang Gedung DPR
Tokoh   : Pedagang Asongan, JONI, JOKO

Joni
Q jadi keinget mimpiku tadi pagi deh jok

Joko
Emang kenapa jon?

Joni
Masak aku belum pernah ke gedung DPR, tapi aku sudah tau keadaan di dalam gedung DPR itu ya? Gara-gara mimpiku tadi pagi, aku malah jadi semakin penasaran

(datang pedagang asongan)

Pedagang Asongan
Yang haus yang haus, yang laper yang laper.....
(mendekati joni dan joko) Beli satu dua ribu, beli tiga lima ribu.... mau pilih yang mana mas?

Joko
Arem-arem sama tahunya mas....

Pedagang asongan
(duduk) mau beli berapa mas?

Joko
Dua aja ....

Pedagang asongan
Tidak sekalian mas? Beli tiga Cuma lima ribu saja

Joko
Yaudah lah mas, sekalian aja

Pedagang asongan
Nih mas
(berdiri) siang siang begini mau kemana mas

Joni
Mau ke gudung DPR tuh mas

Pedagang asongan
Ow mau kesana, emang ada keperluan apa mas? Mau magang jadi tikus yah (tersenyum)

Joni
Ya tidak tho mas-mas, kami ini kan kaum terpelajar,...

Pedagang asongan
Terpelajar? Terpelajar untuk membohongi, menipu para kaum di kasta bawah seperti saya ini? Bukan kah yang duduk di gedung DPR tuh seperti itu?

Joko
Bukannya begitu mas, kami memang terpelajar, tapi kami belajar untuk menjadi generasi yang manaungi rakyat...

Pedagang asongan
Dulu orang yang menduduki kursi di DPR tuh juga belang seperti itu, kalo saya kepilih, saya akan ini itu, ini itu.... mana buktinya nihil kan?
Yaudah lah mas dari pada membahas tikus-tikus yang ada di sana, mending saya melanjutkan mencari rejeki
Yang haus yang haus, yang laper yang laper.....
(menjauhi joni dan joko) Beli satu dua ribu, beli tiga lima ribu....

(pedagang asongan meninggalkan panggung)

ADEGAN 4
Tempat : gedung DPR
Tokoh   : joni, joko, satpam, anggota DPR 1, anggota DPR 2

Joni
Selamat siang pak satpam

Satpam
Ada yang bisa saya bantu?

Joni
Saya joni pak, saya yang kemaren telpon bapak minta ijin untuk studytour ke gedung DPR, sedangkan ini rekan saya joko

Satpam
Ow iyha, saya inget, mohon tunggu sebentar yha mas, saya akan telfon ibu wiwit dulu yha

Joni
Siap bapak

satpam
(menelfon) siang ibu wiwit, ini ada orang yang kemaren saya kasih tau ke ibu,
(suara ibu wiwit) ow iya pak, yang mau studytour ke tempat kita itu kan?
Benar ibuk
Sebentar lagi saya akan kesana

(ibu wiwit datang)

Ibu wiwit
Ini mas-mas yang mau studytour kan?

Joni
Ea buk, benar sekali

Ibu wiwit
Mar mas kita keliling gedung DPR

(joni, joko, ibu wiwit jalan jalan menelilingi gedung dan akhirnya waktu berkeliling selesai, joni dan joko diberi kesempatan untuk berjalan-jalan sendiri)

Joni
Bagaimana jok? Pendapatmu setelah bertemu anggota DPR?

Joko
Yha gimana yha... kok tidak seperti yang kamu ceritain di mimpi?

Joni
Memang benar sih, mimpiku tak seperti yang kenyataan nya

(joni dan joko mendekati tempat sampah, di sekitar tempat sampah tersebut ada kertas-kertas yang berceceran, mereka berdua tertarik dengan kertas-kertas tersebut)

Joko
Jon, ini kertas apaan yha?

Joni
Lhohhhh..... (kaget)
Bukan kah ini......?

Joko
apa jon?

Joni
Inikan

Joko
(penasaran) Apa jon.....?

(suara lagu tikus-tikus kantor karya iwan fals sampai adegan selesai)

Joni
Ini kan kasus-kasus korupsi yang ada di negri kita? Nieh ada berkas kasus hambalang,...

Joko
Masak iya sih jon?

Joni
Beneran jon, semua kasus kasus korupsi yang ada di negri ini, mereka buang ke tempat sampah agar rakyat tidak mengetahui kasus-kasus ini, sungguh mengecewakan.
(tesenyum) benar kan apa yang aku mimpikan tadi....
Ini memang negri yang aman, nyaman, serta sentosa

Joko
Memang benar jon, tikus tikus KOTOR di sini memang memiliki mulut yang manis, tetapi hati mereka pahit melebihi pahitnya jamu asli buatan negri kita

TAMAT
Terinspirasi dari lagu “Tikus-Tikus Kantor” karya Iwan Fals
Penulis Naskah : Rahmat Nur Widodo
Tokoh – tokoh:
1.      Anak muda 1 (Joni)
2.      Anak muda 2 (Jono)
3.      Anggota DPR 1 (bp waluyo)
4.      Anggota DPR 2 (ibu wiwit)
5.      Satpam (dadang)
6.      OB (slamet)
7.      Pedagang asongan


Tidak ada komentar :

Posting Komentar