Menunggu
Aku menanti
Bukan seorang kekasih
Bukan juga sang idaman hati
Tapi sang penyambung kehidupan
Rasa cemas menyelimutiku
Rasa taku merasuki seluruh tubuhku
Dinginnya malam mengalihkan perhatianku
Seakan-akan tubuhku tertusuk-tusuk oleh udara malam waktu itu
Seluruh hambaku menyatu karena tusukan-tusukan itu
Pojok belakang singgasana yang tersisa
Berjejal, berkumpul menyatu antar penguasa jiwa
Seakan akan ragaku ikut berjejal dengan padatnya manusia kala itu
Malam jum'at kliwon yang terasa kala perjalanan itu
Kelas boleh ekonomi
Tapi kecepatan eksekutif
Kenyamanan?
Jangan ditanya...
Namanya juga kelas ekonomi
Kelasnya para penikmat ekonomi pas-pasan yang mau menaikinya
Solidaritas menjadi penyaman suasana
Bagaikan awan kinton melaju ditengah kehidupan malam
Menyapu krikil-krikil jalanan
Tak lupa dengan suara klakson penuh amarah
Kereta apipun kalah cepat dan keras dengannya
Ekonomi terakhir
Ekonomi pamungkas
Ekonomi bibit solidaritas
Semarang-Solo, 4 Juli 2013
Rahmat Nur Widodo
"Kelas Ekonomi" membuatku menangkap kembali kenangan-kenangan saat masih kuliah. Like this
BalasHapustrimakasih kakak atas komentarnya :) ditunggu komentar komentar yang lainnya yak ;)
Hapus