Negri dimana aku dilahirkan
Negri dimana aku dibesarkan
Negri dimana aku mengenal sesama
Aku tak memilih dilahirkan disini
Aku tak memutuskan untuk muncul dari sini
Tapi aku dipaksa untuk awali hidupku dari sini
Tangisan pertamaku muncul dari negri ini
Tangisankupun muncul pertama kali dari negri ini
Pertama kali pula aku melihat senyman orang lain dari negri ini
Aku menangis...
Engkau tersenyum,
Aku menangis lagi,Engkau masih saja tersenyum
Tangisankupun semakin keras....
Senyummu berubah menjadi sebuah tawa
Aku terdiam ketika engkau lelah
Tawamu hilang mengiringikuEngkaupun pergi meninggalkanku
Selembar asa mulai kupikirkan
Seketika aku terbangun dari asaku
Aku lihat kanan, kiri, depan, belakangHanya hitam yang terlihat
Karena takutku, Asakupun sirna
Oh tuhan....
Apakah ini negriku?Negri dimana aku dilahirkan
Negri dimana aku dibesarkan
Negri dimana aku diajari akan kebahagiaan
Sepi ketika asaku muncul
Hitam ketika sepiMenakutkan ketika hitam
Oh tuhan....
Apakah benar ini negrikuHanya kemunafikan yang memenuhi negri ini
semarang, 29 juni 2013
Rahmat Nur Widodo
Negri dimana aku dibesarkan
Negri dimana aku mengenal sesama
Aku tak memilih dilahirkan disini
Aku tak memutuskan untuk muncul dari sini
Tapi aku dipaksa untuk awali hidupku dari sini
Tangisan pertamaku muncul dari negri ini
Tangisankupun muncul pertama kali dari negri ini
Pertama kali pula aku melihat senyman orang lain dari negri ini
Aku menangis...
Engkau tersenyum,
Aku menangis lagi,Engkau masih saja tersenyum
Tangisankupun semakin keras....
Senyummu berubah menjadi sebuah tawa
Aku terdiam ketika engkau lelah
Tawamu hilang mengiringikuEngkaupun pergi meninggalkanku
Selembar asa mulai kupikirkan
Seketika aku terbangun dari asaku
Aku lihat kanan, kiri, depan, belakangHanya hitam yang terlihat
Karena takutku, Asakupun sirna
Oh tuhan....
Apakah ini negriku?Negri dimana aku dilahirkan
Negri dimana aku dibesarkan
Negri dimana aku diajari akan kebahagiaan
Sepi ketika asaku muncul
Hitam ketika sepiMenakutkan ketika hitam
Oh tuhan....
Apakah benar ini negrikuHanya kemunafikan yang memenuhi negri ini
semarang, 29 juni 2013
Rahmat Nur Widodo
Tidak ada komentar :
Posting Komentar