Jum'at, 6 September 2019. Perjalanan ke Gunung Kembang berawal dari obrolanku dengan salah seorang teman dekatku yang sekarang hidup di solo. Awal mulanya kami berencana untuk mendaki gunung Sumbing. Pada akhirnya kami memutuskan untuk mendaki gunung Kembang via Lengkong.
Alasan utama memilih jalur ini karena kurasa jalur ini sepi dan salah satu temanku yang pernah mendaki gunung kembang belum pernah melewati jalur ini. Tim kami awalnya hanya lima orang, tapi salah satu temanku yang di solo (kuceng) tidak jadi berangkatkat. Katanya dia tidak ada motor dengan surat-surat yang lengkap, takut kena razia. Sebenarnya ada satu lagi temanku (kiwil) yang berangkat dari solo tapi kuceng tidak tahu kalau si kiwil juga berangkat dari Solo.
Oh iya, beberapa hari sebelum naik, aku bikin status di WA kalau cari teman untuk naik gunung kembang, beberapa temanku berencana ikut. Beberapa juga cancel untuk ikut. Akhirnya kita hanya empat orang yang jadi berangkat naik gunung. Dua orang lainnya adalah misbah (Semarang) dan dodo (Temanggung). Sebenarnya si Misbah waktu itu juga bimbang mau ikut atau tidak, namun akhirnya dia memutuskan untuk naik. Kiwil otw dari Solo sepulang dia kerja. Dia sampai kosanku magrib dan waktu itu di kosanku ada Sihab. Sihab waktu itu juga ikut repost statusku untuk cari barengan nanjak. katanya temennya juga ikut.
Setelah aku dan kiwil makan malam, misbah nyusul dikosanku dan temannya sihab (heri) otw ke kosan. Sesampainya kosan, heri baru tau kalu si sihab tidak jadi ikut nanjak. Setelah heri merayu akhirnya sihab dengan keadaan dompet yang mengerikan dan kondisi motor yang mengkhawatirkan, dia ikut. Oke tambah personil heri dan sihab
Aku, Kiwil, Misbah, Heri dan Sihab berangkat dari kosanku di sekitaran UNNES lalu menjemput teman wanitanya Heru yang ngekos di sekitar pasar karangjati, lalu ketemu dodo di indomart Parakan Temanggung. Kita berangkat berenam dengan membawa 4 motor. Rute Semarang ke Temanggung yang kita pilih lewat jalan bandungan - Sumowono.
Perjalanan menuju Temanggung sangat lancar mekipun keempat motor yang kita gunakan sedikit rewel. Sekarang jalan Bandungan Sumowono sudah halus jadi perjalanan terasa cepat meski motor tak sehat. wkwkwkwk. Hawa mistis sedikit terasa setelah melewati pom bensin gedong songo tepatnya di sekitaran tugu perbatasan kabupaten semarang dengan temanggung. Karena aku terlalu menikmati tikungan tikungan sebelum pasar sumowono, pas ketika pertigaan sumowono aku kebablasan. duh dek koyo ra reti dalan wae, padahal wes biasa lewat dalan kono lho. kampreeeeeeet kampret kampret!!!!
Setelah pasar sumowono jalanan mulai berkabut atau kalau gak salah malah sudah berkabut sejak setelah pom bensin gedongsongo. Jarak pandang hanya sekitar 5 meter saja. Duh dekkk... Ngasi pedes matane rek.
Di daerah kaloran kabut mulai hilang dan hati mulai tenang karena kaca helm tak harus di buka kembali. Alun alun temanggung sudah sepi karena sudah jam 11 malam. Kami memutuskan untuk tidak rest sebelum sampai indomart parakan temanggung. Rehat sejenak di emperan indomart lalu beberapa dari kami bergantian ke toilet. Atis eeee
Aku langsung mengirim pesan ke dodo kalau aku sudah sampai parakan, seketika dia balas kalau otw. Jam 12 lanjut lagi perjalan dan lagi lagi kena kabut. Atis e rekkkk
Sesampainya di sekitaran terminal wonosobo lalu kita mengambil jalan ke arah basecamp kembang via lengkong. Sesampainya di basecamp sudah pukul 2 malam dan tak ada penghuni disana.

Tidak ada komentar :
Posting Komentar