Senin, 06 Januari 2020

Mbah Renggo

Mendak sepisan
Setahun lalu, Sabtu, 15 Desember 2018 dia dinyatakan hanyut di kali garang Patemon Semarang. Sandi, orang memanggilnya dengan nama itu. Dia pria kelahiran solo sama sepertiku. Setahun sudah dia telah tiada.
Teman tidurku ini (selama kos di kos mawar Patemon) dia bukan orang yang sepial tapi pantas untuk di kenang. Setahun sudah. 
Kedekatanku dengannya berawal dari organisasi kampus yang dia ikuti punya fokus yang sama dengan yang aku ikuti. Aku di Teater SS, sedangkan ia di Warung Teater Sosial (WTS). Singkat cerita ternyata asal daerah kita sama. Setelah kenal, kita memang jarang ketemu, mungkin karena jurusan kita berbeda dan event teater kampus yang kita ikuti waktu itu memang masih jarang. Layaknya anak teater kampus lainnya, hilir mudik dunia teater memang begitu cepat. Sesekali aku bertemu dengannya saat event teater di Semarang. Banyak cerita yang ia ceritakan ketika bertemu denganku, kebanyakan cerita cerita sial. Seingatku tak ada cerita bejo yang ia ceritakan padaku. Sambat seorang adik pada kakak lebih tepatnya. 
Setelah gonta ganti kos dan gonta ganti kesialan ia mengajakku untuk kos bareng dengannya. Entah kenapa watu itu aku meng-iya-kan kemauan dia. 
Oh iya, alasan yang paling kuat menurutku waktu itu karena aku sebagai mahasisa akhir mulai keberatan untuk membayar kos. Teman kosku kabur entah kemana. Trus aku kon mbayari kos e deknen? Mending aku yo lungo. Pindah kos, nemu kos yang mblusuk di gang pete. Kita sepakat akan mrnghuni kos setelah libur lebaran. Sesuai libur lebaran ternyata kita tak di perbolehkan ngekos di tempat itu. Kampret!
Setelah seharian muter cari kos akhirnya malam harinya kita menemukan kos di daerah patemon. Kos mawar.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar