Apakah sahabat si-boleng
pernah mendengar Gunung Lawu memiliki sebuah kawah belerang yang sampai
saat ini masih aktip?
Nama kawah tersebut adalah kawah Candradimuka. Konon duluya
tempat ini dipakai untuk menggodok salah satu superhero legenda jawa, si Gatutkaca.
Meskipun demikinan, itu hanya cerita rakyat saja. Boleh percaya boleh tidak. Kalau
sahabat hendak berkunjung ke kawah ini, alangkah lebih baiknya anda membawa
bekal yang cukup dan bersama dengan teman. Selain itu persiapkan fisik dan
psikis sahabat agar kuat sampai di lokasi tersebut.
Sedikit akan aku ceritakan perjalananku ke kawah Candradimuka.
Perjalananku bermula ketika salah satu temanku mengajakku untuk main ke gunung
lawu. Tilik cemoro kandang, katanya. Ternyata dia mengajakku untuk tiktok dan
sedikit tracking di jalur pendakian gunung Lawu via Cemoro Kandang. Aku setuju
dengan rencananya.
Seingatku perjalanan itu aku lalukan seminggu setelah
lebaran dua tahun lalu (2017). Aku berangkat dari rumah sekitar pukul 7 pagi.
Setelah sarapan aku langsung menuju rumah temanku yang berada di selatan desa
penghasil alkohol di kabupaten Sukoharjo. Setelah siap-siap, rokok sebat, kopi,
dan bincang ngalor ngidul adu strategi, kita berangkat dengan menggunakan motor
vespa temanku.
Perjalanan menuju basecamp lancar. Biasanya saat musim
lebaran jalur menuju tawangmangu padat, namun karana waktu itu kita masih pagi,
jalan masih belum terlalu padat. Sampailah kita di basecamp cemorokandang. Bayar
simaksi, basa-basi, tanya-tanya ke petugas apakah diperbolehkan untuk ke kawah
dan langsung cus perjalanan.
Baru beberapa meter kita melangkah di jalur pendakian cemoro
kandang, kita langsung disuguhi pemandangan para pemuda sedang bermesraan di
pinggir jalur pendakian. Maju beberapa meter lagi kita menemukan pemuda pemudi tumpuk-undung di pinggir jalur. Kampreet!!!
Perjalanan berlanjut dan setelah itu kita berdua belum
bertemu dengan pendaki yang melewati jalur pendakian ini. Setelah satu jam kita
ketemu dengan rombongan keluarga di tikungan bawah pos 1. Sepertinya rombongan
tersebut hanya tracking dan tidak bertujuan camp di atas karena mereka tidak
membawa bekal yang lebih.
Karena info yang kita peroleh kalua kawah candradimuka
berada di belakang pos 2 maka sebelum kita sampai di pos 2 kita memutuskan
untuk lewat jalan setapak di bawah pos 2. Baru 5 menit bejalan kita sudah
kebingungan jalurnya, banyak percabangan dan ternyata kita salah jalur. Tersesat
yang nikmat.
Karana tersesat itu nikmat, makameskipun kita sudah tau kalua
salah kita tetap berjalan di semak semak. Potong kompas kata temanku. “Pokokmen
ki awak e dewe kudu ketemu kali do! Sak ngertiku ki nek wes tekan kali mengko
cerak” kata si endog ceplok, temanku. Setelah setengah jam kita trabas jalur
seperti orang kesetanan kita masih belum menemukan sungai yang ia maksud. Istiirahat
sejenak menikmati sedikit bekal yang kita bawa. Berlanjut lagi dan akhirnya
kita menemukan sungai yang kita cari meskipun debit sungai tersebut sangan
kecil.
Katanya bentar lagi sampai, tapi setengah jam kita tracking
di jalur sungai kita masih belum menemukan kawah. Istirahat lagi sambal menikmasi
cuaca yang kadang cerah kadang kabut dan begitu terus sambal berharap kawah
sudah tidak jauh lagi. Setelah hampir 1 setengah jam kita nyasar akhirnya kita
mencium bau belerang yang menandakan kawah sudah dekat. Meskipun bau belerang
sudah terasa kuat tapi kawah dan asapnya belum nampak sama sekali.
Akhirnya kita menemukan kawahnya meski dalam keadaan tubuh
sudah letih dan kelaparan. Menikmati suasana yang ada, tiba tiba dingin, tiba
tiba panas dan perut kelaparan. Yah nikmati yang ada. Berikut beberapa foto
yang sempat aku dan temanku abadikan saat kami tiba di kawah candradimuka.







Tidak ada komentar :
Posting Komentar