Pagi ini akhirnya aku bangun lebih awal seperti saat bangun di rumah simbok. Karena beberepa kegiatan lemburan yang aku jalani membuatku merehatkan tubuh ini sejenak. Kata guruku, "urusan dunia kalau di kejar tak akan ada habisnya. Rehalah. Diamlah sejenak. Meditasilah. Agar tubuhmu tak over."
Setelah menyadari kejadian kedutan di mata kiriku semalam, tubuhku juga ingin di perhatikan. Bagian bagian tubuh yang lain juga berontak. Terutama otak.
Kurasa tingkat kerinduan dengan sanak keluarga sudah terlalu membengkak. Batin ini ingin berteriak. Mengadu pada sanak keluarga. Bercerita perihal gerak. Apa saja yang telah aku capai selama ini. Kenapa aku tak pulang pulang.
Maturnuwun gusti. Urepku gayeng.
Jumat, 28 September 2018
Pagi dengan segala nikmatnya
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar