Selasa, 22 Desember 2015

Gerbong dan si tua

Gerbong kereta berbaris rapi layaknya seorang prajurit
Kebetulan aku duduk di gerbong ekonomi
Sekarang gerbong keretanya udah beda
Walau kelas ekonomi, aku duduk dengan nyaman

Ada satu hal yang mengusikku
Apa yang dilakukan ibu tua dengan gendongannya?
Kok tak ada saudara yang menemaninya
Apakah ia hidup seorang diri?

Mungkin ia sudah kepala lima
Atau malah lebih tua lagi
Ah sudahlah
Pasti dia lebih tua dari simbokku

Ternyata tak hanya ibu tua
Seorang kakek duduk dipojok kereta
Setiap detik mulutnya komat kamit
Baca mantra sebelum ajal menjemputnya

Aku duduk di samping toilet
Bersender di besi tua
Raungan rongsokan berjejer
Membelah barisan rel

Sanggar SS 22/12/2015

Tidak ada komentar :

Posting Komentar