Senin, 08 Juni 2015

senja di ufuk timur

Tetesan air hujan mulai terhenti 
Kala awan tak lagi mengeluarkan curahan hatinya
Awan masih mendung dan angin tak lagi hadir
Nampak matahari di ufuk timur mulai menghilang
Sinar sore berganti menjadi senja
Senja hilang berganti menjadi malam
Skyline di depan mataku sungguh sayang untuk terlewat
Sore mulai terpejam
Siluet pepohonan di hamparan bukit rindang kota semarang
Dderu suara motor lalu lalang
Mungkin karena ini jam pulang kerja
Jalanan makin saja rami
Namun aku tetap saja tertahan oleh sinarmu
Kutulis sajak ini untuk menemanimu senja
Duduk termenung
Bingkai kusen berwana coklat
Dua jeruji besi
Tiga jendela kaca
Udara sore ini terasa panas
Angin sepoi sepoi keluar dari kipas di sampingku
Aku masih asyik dengan komputerku
Sebatang rokok mulai habis
Rokok ini sudah tak asing bagiku
Sebuah kenangan dari kecil
Dan kemaren baru saja aku menjenguknya

semarang, 8 juni 2015
lek dodok


Tidak ada komentar :

Posting Komentar