Hei nak, apa yang sedang kamu lakukan?. Tanya seorang takmir pada anak kecil yang duduk di serambi masjid. Bukankah ini bulan puasa? Lanjutnya sambil mengambil sapu untuk membersihkan masjid. Sebenarnya si takmir hanya menggoda si anak kecil. Tapi si takmir mati tersungkur karena menghina si anak kecil tadi. Apa yang salah? Siapa yang salah? Kenapa mati? Kok bisa ya?
Entahlah, hanya itu yang terlintas di depan pipiku maksudku, bibirku. Sampai sekarang aku juga heran si takmir bisa mati di tangan anak kecil yang belum lulus sekolah dasar. Kabar kematian si takmir masjid juga menyebar begitu cepat. Keberafaan anak kecil yang dituduh membunuh takmir juga sampai sekarang belum di ketahui. Kok bisa ya?
Negeri ini dikenal sebagai negara kepulauan. Lagikanya kita mudah menemukan air. Mudah menemukan ikan, baik di darat maupun di laut. Tidaklah aneh jika banyak sekali nelayan asing yang mencuri ikan di perairan kita. Pencuri itu mengambil barang orang yang kaya. Tapi nelayan kita banyak yang miskin. Tapi kok bisa ya? Hak orang miskin di curi orang kaya. Gak kebalik? Kok bisa ya?
Tak melulu soal nelayan, bahkan beras aja sekarang ada yang plastik. Beras impor, beras raskin. Negeri kita banyak petani, sawah, gunung, hutan, lautan, dan tambang banyak kita temukan di indonesia. Bensin aja kok bisa ngimpor. Barang yang kita pakai impor. Yang kita makan impor. Jangan-kangan kita penduduk impor juga? Akibanya populasi indonesia sembrawut. Kok bisa ya?
Ah sudahlah. Hanya seperti ini yang baru mampu aku lakukan. Mengeluh dengan tindakan mengeluh :-D
Sabtu, 27 Juni 2015
Kok bisa ya?
Label:
ocehan
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar