Kamis, 02 Januari 2014

Kunang Kunangku

Aku dan kamu ada karena dia
Rinduku rindumu dan rindunya selalu hadir
Semilir bersama Hujan di bulan Desember yang tak kunjung reda
Tersipu malu saat mendengar kunang bertanya pada hujan
Bohong itu boleh tidak?

Kunang kunangku berlayar ke utara untuk mencari sebuah jawaban
Ada dusta kala senyum tak sempurna, ada cinta dibalik itu semua
Hai bunda, aku ingin sepertimu
Bersinar saat hujan, sabar tak berujung, sayang tanpa marah
Kunang kunangku padam karena hujan
Walaupun kau jadi edison, kunang tetap saja kunang
Bukankah pergi pasti kembali, begitu juga dengan benci
Kunang kunangku tetap berlayar dengan kuku penuh darah
Darah tanpa nanah, luka tanpa sebab, api tanpa asap
Jawaban cermin memang selalu benar
Dia adalah aku yang lain
Cerminan kunang sang bunda
Tatkala langit biru bermandikan sinar violet
Siul bambu bersatu padi meramu belantara
Menyatukan detakku detakmu dan detaknya
Menjadi lingkaran harapan

Sukoharjo, 29 Desember 2013
Rahamat Nur Widodo
wiwiddodo@yahoo.co.id

Tidak ada komentar :

Posting Komentar